Total Pageviews

Arsip Blog

Powered by Blogger.

Featured Post

Ayah, Kau Pergi Terlalu Pagi

Ayah, pagi masih setengah terjaga saat kabar itu datang seperti angin dingin yang tak sempat kukenali arahnya. Suaramu masih tinggal di su...

fanspage

Followers

Populer Bulan ini

dibalik bayangan singgasana


Di bawah naungan istana megah,
Terbitlah aturan bak titah raja,
Namun, di celah gelap lorong rahasia,
Hukum pun terbungkam, tak lagi berdaya.

Anak sang penguasa melangkah tenang,
Dengan senyum licik di wajah terbenam,
Peraturan tergilas oleh ambisi,
Hanya bisikan, namun melukai hati.

Keadilan terjaga, katanya dahulu,
Kini terjerat dalam tali tipu daya,
Hukum dan moral terpuruk malu,
Tersapu oleh nafsu, lenyap tak bersisa.

Rakyat bersaksi, tak bisa berkata,
Melihat aturan diinjak begitu saja,
Dalam diam, mereka berdoa,
Agar keadilan bangkit dari asa.

Namun sang anak terus melangkah,
Tanpa peduli pada luka yang tersisa,
Membawa nama besar yang dicerca,
Di punggungnya, dosa tertulis nyata.

Dan kelak waktu pun bicara,
Bahwa tak selamanya kuasa berkuasa,
Setiap langkah yang diambil tanpa rasa,
Akan menemui akhir yang tak terduga.


No comments:

Post a Comment