Total Pageviews

Arsip Blog

Powered by Blogger.

Featured Post

Ayah, Kau Pergi Terlalu Pagi

Ayah, pagi masih setengah terjaga saat kabar itu datang seperti angin dingin yang tak sempat kukenali arahnya. Suaramu masih tinggal di su...

fanspage

Followers

Populer Bulan ini

dengarlah suara kami wahai wakil rakyat

 

untukmu wakil rakyat yang katanya wakil kami.
Lihatlah... Janganlah pura pura tak melihat. 
Dengarlah.. Janganlah pura pura tak mendengar. 
Rasakanlah.. Janganlah  berpura pura tak merasa. 
Rakyatmu sedang bersusah hati hari ini. 
Dengan kebijakan pemerintahmu yang tidak kami setujui. 
Rakyatmu sedang mencoba melawan saudaranya sendiri di negerinya. 
Sementara disana disinggasanamu, kau tertawa, bernyanyi seakan tak melihat, derita kami. 
Mana teriakan lantangmu waktu itu. 
Sudah habiskan suaramu. 
Mana airmatamu yang dulu kau cucurkan untuk membela kami. 
Sudah keringkah airmatamu. 
Belum usai kamI menderita 
Sudah dihadapkan pada. Penderitaan baru. 
Wahai.. Yang katanya Wakil kami 
Kami hanya butuh pembelaanmu
Ketika kebijakan dari negeri kami membelenggu kami rakyat jelata. 
Ketika kebijakan pemerintahmu membawa kami ke sengsaraan baru. 
Jangan hanya diam tanpa pernah melakukan tindakan nyata
meraih untung dari yang celaka

No comments:

Post a Comment